Rekomendasi Forex EUR/USD 12 Mei 2026 : Terbebani Penguatan Dolar AS dan Harga Minyak; Harapkan Kenaikan Inflasi Jerman

139

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun hari Senin, terbebani kenaikan harga minyak mentah.

Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun tipis 0,03% pada 1.1783.

Euro berada di bawah tekanan pada hari Senin di tengah kenaikan harga minyak mentah sebesar +2%, yang negatif bagi perekonomian Zona Euro dan Euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.

Namun pelemahan Euro berkurang setelah anggota Dewan Gubernur ECB Martin Kocher mengatakan ECB akan terpaksa menaikkan suku bunga kecuali situasi seputar harga energi membaik secara signifikan.

Anggota Dewan Gubernur ECB, Martin Kocher, mengatakan, “Jika situasi seputar harga energi tidak membaik secara signifikan, kenaikan suku bunga akan tak terhindarkan dalam waktu dekat.”

Swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin oleh ECB sebesar 84% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 11 Juni.

Siang nanti akan dirilis data Inflasi April Jerman, yang secara tahunan diindikasikan meningkat.

Juga akan dirilis data ZEW Economic Sentiment Index Mei Jerman yang diindikasikan menurun, juga ZEW Economic Sentiment Index Mei Zona Euro yang diindikasikan tetap negatif.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun terpicu penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak, terpicu meningkatnya kembali ketegangan AS-Iran. Namun jika data inflasi April Jerman terealisir meningkat, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1758-1.733. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1798-1.1813.