(Vibiznews – Commodity) Harga emas ditutup bervariasi pada hari Senin, terpicu penguatan dolar AS diimbangi permintaan safe haven emas.
Harga emas spot berakhir naik 0,29% pada $4.734,98 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Juni 2026 berakhir turun tipis 0,04% pada $4.728,7 per ons.
Harga emas kehilangan kenaikan awal pada hari Senin dan berbalik turun setelah dolar pulih dari kerugian awal dan bergerak lebih tinggi.
Selain itu, imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi pada hari Senin berdampak negatif terhadap harga emas.
Selanjutnya, kenaikan harga minyak mentah sebesar +2% pada hari Senin meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berpotensi mendorong bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter, faktor negatif bagi logam mulia.
Komentar hawkish pada hari Senin dari anggota Dewan Gubernur ECB Martin Kocher juga membebani emas ketika ia mengatakan ECB akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat jika situasi harga energi tidak membaik.
Logam mulia mendapat dukungan sebagai aset aman setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, yang menyebabkan ketegangan kembali terjadi di Timur Tengah.
Malam nanti akan dirilis data Inflasi dan Inflasi Inti April AS, yang sebagian besar diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun terbebani kenaikan dolar AS. Namun dapat juga naik terdukung permintaan safe haven seiring ketegangan AS-Iran kembali terjadi setelah kegagalan negosiasi kedua negara. Juga jika malam nanti data Inflasi dan Inflasi Inti April AS terealisir naik dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga emas.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.673-$4.612. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.772-$4.810.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.670-$4.611. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.773-$4.817.



