(Vibiznews – Commodity) – Harga komoditas minyak sawit atau CPO acuan dunia di bursa Malaysia anjlok ke posisi terendah dalam 2 bulan pada perdagangan hari Kamis (14/5/2026) tertekan oleh penguatan ringgit dan pelemahan minyak nabati saingan di bursa Dalian dan Chicago.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Juli 2026 ditutup turun 0,82% menjadi sekitar MYR4.402, terendah sejak 6 Maret 2026. Harga sudah anjlok masuki hari ketiga berturut.
Pekan ini harga minyak sawit berjangka tersebut telah turun sekitar 2,2%, terseret oleh permintaan yang lebih lemah di India, pembeli utama.
Menurut Asosiasi Ekstraktor Pelarut India yang berbasis di Mumbai, impor minyak sawit negara itu anjlok 26% pada bulan April dari bulan sebelumnya ke level terendah dalam empat bulan, karena permintaan institusional yang lemah dan reli harga baru-baru ini mempersempit diskon minyak sawit terhadap minyak pesaing, sehingga menghalangi penyuling untuk meningkatkan pembelian.
Sementara itu, sinyal ekspor untuk Mei beragam: AmSpec Agri mencatat pengiriman turun 10,8%, sementara Intertek melaporkan kenaikan 8,5%.
Para investor kini mengawasi pertemuan puncak di Beijing antara Presiden AS Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, dengan perdagangan pertanian diperkirakan akan tetap menjadi fokus utama.



