(Vibiznews-Forex) – Posisi kurs euro dalam pair EURUSD terjun ke posisi terendah dalam 5 pekan pada perdagangan forex hari Jumat (15/5/2026) di tengah kuatnya sentimen safe haven.
Bukti yang semakin banyak tentang kerusakan ekonomi akibat perang Iran telah menyebabkan investor memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari yang diperkirakan dan pertumbuhan yang lebih lemah.
Harga minyak melonjak setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa kita tidak perlu Selat Hormuz dibuka, meningkatkan kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan harga barang dan jasa, yang selanjutnya memicu inflasi.
Investor telah meningkatkan proyeksi pada kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa, sekarang sepenuhnya memperkirakan tiga kenaikan.
Pejabat ECB Martins Kazaks memperkuat pandangan diatas pada hari Kamis, menyatakan bahwa bank sentral perlu menaikkan biaya pinjaman jika kenaikan harga minyak mentah memicu ekspektasi inflasi.
Secara teknikal pair EURUSD sudah meluncur hingga menembus 2 posisi support hariannya dan menurut analis Vibiz Research Center pasangan EURUSD berpotensi konsolidasi dengan bias negatif.
Kini pair berada di posisi 1.1632 yang berusaha naik ke posisi 1.1672 dan jika tembus akan lanjut ke posisi resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak berhasil menembus posisi pembukaan di 1.1664 akan memantul kembali dan tertekan turun menuju posisi 1.1616 dan jika tembus akan meluncur terus ke support lemahnya di S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1.1760 | 1.1740 | 1.1703 | 1.1684 | 1.1647 | 1.1628 | 1.1590 |



