(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong alami kerugian mengakhiri perdagangan akhir pekan hari Jumat (15/5/2026) karena kehati-hatian investor meskipun Wall Street mencapai rekor tertinggi.
Indeks harian Hang Seng berakhir turun ke posisi terendah sepekan lebih, demikian secara mingguan terkoreksi dengan turun 1% lebih.
Sentimen tertahan karena pasar menunggu hasil konkret dari pertemuan Trump-Xi yang sedang berlangsung di Beijing, sehingga investor tidak mengambil posisi agresif meskipun ada optimisme seputar hubungan AS-Tiongkok.
Sementara itu, harga minyak mentah menuju kenaikan mingguan di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di sekitar Selat Hormuz, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan, tekanan inflasi yang lebih tinggi, dan risiko terhadap pertumbuhan global.
Indeks Hang Seng ditutup turun 1,6% dan ditutup pada 25.963, demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 1,89% menjadi 8.691,03.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Mei 2026 bergerak negatif dengan berakhir anjlok 2,01% menjadi 25808.
Secara sektoral, Hang Seng banyak dilemahkan oleh saham keuangan dan teknologi seperti Tencent Holdings (-0,4%), Xiaomi Corporation (-2,7%), Meituan Class (-3,1%), Pop Mart (-3,1%), dan Kuaishou Technology (-2,8%).



