(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (19/5), terpantau merosot tajam 202,972 poin (3,08%) ke level 6.396,268 setelah dibuka turun ke level 6.573.166.
IHSG bergerak lanjut tertekan ke sekitar 13,5 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah berita penundaan serangan AS kepada Iran yang agak menurunkan harga minyak bumi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam bias koreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini tertekan dengan anjlok 0,41% atau 72 poin ke level Rp 17.720, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; di bawah dari 6 minggu tertingginya sesudah terkoreksi dari rally oleh kemungkinan deal negosiasi perang.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.648, serta terpantau kembali membukukan rekor intraday terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 26,074 poin (0,40%) ke level 6.573.166. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,600 poin (0,09%) ke level 650,480. Siang ini IHSG merosot 202,972 poin (3,08%) ke level 6.396,268. Sementara LQ45 terlihat turun 2,35% atau 15,330 poin ke level 635,750.
Tercatat saat ini sebanyak 96 saham naik, 611 saham turun dan 107 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,37%, dan Hang Seng yang naik 0,34%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut tertekan ke sekitar 13,5 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah berita penundaan serangan AS kepada Iran yang menurunkan harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam bias koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap tertekan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.207 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,148.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



