IHSG Rabu Ditutup Melemah 0,8% ke Level 6.319; Bursa Asia Berakhir Negatif, Yield Obligasi AS Melejit

77
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Rabu sore ini (20/5), terpantau melemah 52,179 poin (0,82%) ke level 6.318,500 setelah dibuka turun ke level 6.352.202.

IHSG bergerak fluktuatif dan bearish 7 hari ke level 13,5 bulan lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias melemah di tengah kekhawatiran investor atas melajunya yield obligasi Pemerintah AS dan masih panasnya tensi konflik AS-Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam lanjut dalam koreksi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat signfikan 0,56% atau 100 poin ke level Rp 17.600, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya; rally di sekitar 6 minggu tertingginya oleh kekhawatiran investor atas meningkatnya inflasi AS dan ketidakpastian dalam negosiasi AS-Iran.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.700, serta terpantau rebound kuat dari rekor terendahnya, setelah Bank Indonesia di luar prediksi menaikkan BI Rate 50 bps menjadi 5,25%.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 18,477 poin (0,29%) ke level 6.352.202. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,810 poin (0,13%) ke level 634,010. Siang ini IHSG melemah 38,500 poin (0,60%) ke level 6.332,179. Sementara LQ45 terlihat naik 0,04% atau 0,230 poin ke level 635,050.

IHSG kemudian bergerak fluktuatif dan ditutup melemah 52,179 poin (0,82%) ke level 6.318,500. Sementara LQ45 terlihat turun 0,29% atau 1,830 poin ke level 632,990. Tercatat saat ini sebanyak 208 saham naik, 483 saham turun dan 126 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,23%, dan Hang Seng yang turun 0,57%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bias bearish di hari ketujuh, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah di tengah kekhawatiran investor atas melajunya yield obligasi Pemerintah AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan berupaya bangkit pendek namun tetap bias bearish, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,148 dan bila tembus ke level 5,882.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group