(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu pagi ini (20/5), terpantau melemah 28,519 poin (0,45%) ke level 6.342,160 setelah dibuka turun ke level 6.352.202.
IHSG bergerak bearish di hari ketujuh ke level 13,5 bulan lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka bias melemah di tengah kekhawatiran investor atas melajunya yield obligasi Pemerintah AS dan masih panasnya tensi konflik AS-Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam lanjut dalam koreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini lanjut tertekan dengan melemah 0,08% atau 14 poin ke level Rp 17.714, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya; rally di sekitar 6 minggu tertingginya oleh kekhawatiran investor atas meningkatnya inflasi AS dan ketidakpastian dalam negosiasi AS-Iran.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.700, serta terpantau pada area rekor intraday terendah kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 18,477 poin (0,29%) ke level 6.352.202. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,810 poin (0,13%) ke level 634,010. Pagi ini IHSG melemah 28,519 poin (0,45%) ke level 6.342,160. Sementara LQ45 terlihat turun 0,24% atau 1,510 poin ke level 633,310.
Tercatat saat ini sebanyak 177 saham naik, 363 saham turun dan 165 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi lanjut dalam koreksi di antara melejitnya yield surat berharga AS karena khawatir atas tekanan inflasi dan tensi geopolitik Timur Tengah. Dow Jones berakhir turun 0,65%, S&P 500 melemah 0,67%, serta Nasdaq merosot 0,84%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,76%, dan Hang Seng yang turun 0,83%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bearish di hari ketujuh, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya bias melemah di tengah kekhawatiran investor atas melajunya yield obligasi Pemerintah AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap bias negatif walau agak tertahan, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.002 dan 7.207. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,148 dan bila tembus ke level 5,882.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



