(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada hari Senin berakhir naik terpicu cuaca kering akibat El Nino yang dapat mengganggu produksi gula global.
Harga gula berjangka kontrak Juli 2026 ditutup naik 2,77% pada 14,45 sen per pon.
Harga gula pada hari Senin terus naik di tengah kekhawatiran bahwa pola cuaca El Niño yang muncul dapat menyebabkan penurunan musim hujan di India, produsen gula terbesar kedua di dunia.
Selain itu, kantor meteorologi India baru-baru ini menurunkan perkiraan curah hujan kumulatif untuk musim hujan Juni-September pada hari Jumat lalu menjadi 90% dari rata-rata jangka panjang, turun dari perkiraan 92% yang dikeluarkan pada bulan April.
Harga gula mendapat dukungan dari kekhawatiran bahwa cuaca kering akibat peristiwa El Niño dapat mengganggu produksi gula global.
Kemunculan El Niño kemungkinan akan mengurangi curah hujan di Brasil, India, dan Thailand, tiga wilayah penghasil gula terbesar di dunia. Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) memperkirakan probabilitas 82% bahwa kondisi El Niño akan muncul antara Mei dan Juli dan berlanjut hingga akhir tahun, dengan peluang 67% terjadinya “Super El Niño.”
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula dapat bergerak naik dengan pola cuaca El Nino yang dapat mengganggu produksi gula global. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 14,64-14,83. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 14,20-13,95.



