(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir naik pada hari Selasa di tengah ketidakpastian kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir naik 1,74% pada $93,76 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 1,07% pada $96,00 per barel.
Harga minyak mentah pulih dari kerugian awal dan melonjak pada Selasa sore ketika AFP melaporkan bahwa Hizbullah tidak akan menerima “gencatan senjata parsial” dengan Israel.
Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri AS Rubio mengatakan bahwa Iran telah memasang ranjau di sebagian besar Selat Hormuz dan bahwa AS tidak akan memberikan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan untuk membuka selat tersebut.
Harga minyak mentah awalnya turun pada hari Selasa di tengah prospek yang lebih baik untuk kesepakatan damai antara AS dan Iran. Presiden Trump mengatakan negosiasi dengan Iran terus berlanjut “dengan cepat” dan ia optimis AS dapat mencapai kesepakatan perdamaian sementara dengan Iran “dalam minggu depan.”
Malam nanti akan dirilis data pasokan minyak mentah mingguan AS minggu lalu oleh EIA.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik terpicu ketidakpastian kesepakatan AS-Iran untuk membuka Selat Hormuz. Juga jika data pasokan minyak mentah mingguan AS terealisir turun, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $95,13-$96,51. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $91,25-$88,75.



