Poundsterling Awal Pekan Berusaha Bangkit dari Tekanan Terendah dalam 2 Bulan

80

(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD bergerak dalam rentang konsolidasi  pada perdagangan forex sesi New York hari Senin (8/6/2026) setelah sempat terjun ke posisi terendah dalam 2 bulan.

Pergerakan pair GBPUSD yang terjun mendekati support kuatnya dipicu di sesi Asia dipicu oleh sentimen permusuhan di Timur Tengah yang kembali memanas memicu kekhawatiran akan konflik Iran yang berkepanjangan dan mendorong harga minyak lebih tinggi, memperburuk kekhawatiran inflasi dan meredam prospek pertumbuhan.

Sementara itu ekspektasi pasar terhadap tindakan bank sentral bergeser, dengan para investor sekarang sepenuhnya memperkirakan dua kenaikan suku bunga Bank of England tahun ini.

Namun, anggota MPC yang cenderung lunak, Alan Taylor, menyatakan bahwa suku bunga saat ini cukup ketat  dan tidak melihat perlunya kenaikan lebih lanjut untuk mengatasi tekanan inflasi yang berasal dari konflik Iran.

Sementara itu, data REC/KPMG menunjukkan penempatan staf tetap turun paling banyak dalam 10 bulan pada bulan Mei, dengan perusahaan-perusahaan menyebutkan rendahnya kepercayaan dan meningkatnya biaya, yang menandakan melemahnya pasar kerja menjelang pertemuan BOE berikutnya.

Secara teknikal, pair yang sempat breakdown hingga ke  1,3305 masih dalam rentang konsolidasi di area support.  Menurut analyst Vibiz Research Center pair dalam tekanan bearish yang kuat.

Kini pair berada di posisi 1.3357 yang turun kembali  menuju 1.3305, jika berhasil menembus kembali posisi 1.3315.

Namun jika naik kembali dan konsolidasi di kisaran 1.3368  akan berusaha mendaki ke posisi  1.3384, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di R1.

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
1,3592 1,3538 1,3437 1.3384 1.3285 1.3230 1.3132