Saham Wall Street Awal Pekan Bangkit, Tingginya Yield Obligasi AS Menekan Dow Jones

189

(Vibiznews – Index) – Setelah alami tekanan jual cukup besar akhir pekan lalu, saham Wall Street pulih kembali oleh aksi bargain hunting pada perdagangan yang berakhir Selasa dinihari (9/6/2026).

Semua indeks utama alami lonjakan di awal perdagangan sebelum kemudian hanya Dow Jones yang terkoreksi kembali oleh tingginya yield obligasi AS hingga menekan saham-saham sektor utilitas dan real estat komersial yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga.

Nasdaq naik 0,9% ke posisi 25.929,66, S&P 500 naik 0,3% menjadi 7.405,73 namun indeks  Dow Jones melemah 0,2% ke level 50.786,01.

Lonjakan saham Wall Street awal sesi terkoreksi oleh kenaikan harga minyak mentah merespon laporan bahwa Israel dan Iran saling meluncurkan serangan rudal selama akhir pekan.

Kemudian harga minyak mentah turun jauh dari puncaknya setelah Presiden Donald Trump mengklaim Israel dan Iran berupaya untuk segera melakukan gencatan senjata.

Secara sektoral, saham semikonduktor memimpin penguatan  dengan Philadelphia Semiconductor Index .Indeks Semikonduktor Philadelphia melonjak 5,6% setelah anjlok 10,3% pada sesi sebelumnya.

Saham Marvell Technology (MRVL) melonjak 9,6% setelah berita bahwa produsen chip tersebut akan bergabung dengan S&P 500 bersama dengan perusahaan jasa manufaktur elektronik Flex (FLEX).

Saham Nvidia (NVDA) juga melonjak 1,7% setelah raksasa AI tersebut mengumumkan kemitraan teknologi multi-tahun dengan SK hynix untuk memajukan memori generasi berikutnya untuk pembangunan pabrik AI global dan mempercepat desain dan manufaktur semikonduktor.

Kenaikan harga minyak mentah juga berkontribusi pada penguatan signifikan di antara saham-saham jasa perminyakan dengan Philadelphia Oil Service Index melonjak 3,6%.