Harga Emas Kamis Mixed; Kekhawatiran Kenaikan Inflasi Diimbangi Permintaan Safe Haven

110

(Vibiznews – Commodity) Harga emas bergerak mixed pada hari Kamis, terbebani sentimen bearish kenaikan data PPI AS, kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa, dan kenaikan harga minyak. Namun meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu permintaan safe haven emas.

Harga emas spot bergerak naik 0,34% pada $4.085,33 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Agustus 2026 bergerak turun 0,78% pada $4.101 per ons.

Indeks harga produsen AS melonjak 6,5% secara tahunan pada bulan Mei, tertinggi sejak November 2022 dan di atas perkiraan 6,4%, yang menggarisbawahi dampak yang semakin besar dari guncangan harga energi akibat penutupan Selat Hormuz terhadap perekonomian AS.
Dikombinasikan dengan data sebelumnya yang menunjukkan harga konsumen naik dengan laju tercepat dalam tiga tahun, angka-angka pada hari Kamis kemungkinan akan memperkuat seruan agar Federal Reserve menaikkan suku bunga pada tahun 2026.
Sementara itu, ECB menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 dan merevisi perkiraan inflasi ke atas untuk tahun 2026 dan 2027.

Menambah ketegangan As-Iran, Presiden AS Donald Trump berjanji akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap Iran dan mengancam akan mengambil alih infrastruktur energi utamanya, termasuk Pulau Kharg.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun terpicu kenaikan inflasi harga produsen AS dan harga minyak yang dapat mendorong The Fed mempertahankan atau menaikkan suku bunganya.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.033-$3.982. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.127-$4.170.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.052-$4.002. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.145-$4.188.