Proyeksi Ekonomi Terbaru Amerika Serikat Hasil Revisi The Fed

103

(Vibiznews – Economy) – Dalam pernyataan resminya yang jauh lebih ringkas, The Fed mencatat bahwa aktivitas ekonomi AS sebenarnya berkembang dengan kecepatan yang solid, didukung pasar tenaga kerja yang tangguh.

Lihat: The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75%: Ada Sinyal Kenaikan Akibat Lonjakan Inflasi

Namun, bank sentral tidak menampik adanya peningkatan ketidakpastian dalam perekonomian, yang sebagian dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi terus mengganggu rantai pasokan global dan memicu tekanan harga..

The Fed secara dramatis merevisi proyeksi indikator ekonomi makro mereka:

  • Pertumbuhan PDB 2026: Direvisi turun menjadi 2,2% dari perkiraan bulan Maret sebesar 2,4% (proyeksi tahun 2027 tetap ditahan pada 2,3%).

  • Inflasi PCE 2026: Direvisi naik secara tajam menjadi 3,6% dari perkiraan semula 2,7%. Tren inflasi tinggi ini diperkirakan berlanjut hingga tahun 2027, yang juga dinaikkan ke level 3,3% (vs 2,7% pada proyeksi Maret).

The Fed menegaskan inflasi tetap tinggi relatif terhadap target, sebagian mencerminkan guncangan pasokan (supply shock) yang mendorong kenaikan harga di sektor-sektor tertentu, termasuk energi.

Dengan realisasi inflasi yang masih bertahan tinggi di atas target jangka panjang 2%, ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter tampaknya semakin menyempit.