Kursi PM Inggris Keir Starmer Digoyang Burnham, Poundsterling Langsung Bergejolak

73

(Vibiznews-Forex) – Kemenangan telak Andy Burnham sebagai Walikota Greater Manchester yang memenangkan pemilihan sela di Makerfield pada Kamis, 18 Juni 2026 dan diumumkan pada Jumat, 19 Juni 2026)  memberikan  dampak negatif jangka pendek terhadap mata uang Pound Sterling (GBP).

Setelah hasil pemilu sela dirilis, GBPUSD sempat mengalami tekanan dan merosot mendekati level $1.3200 (bahkan sempat menembus sedikit di bawahnya), turun dari kisaran $1.3400 pada hari sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran pasar keuangan terhadap stabilitas politik di Inggris.

Mengapa Kemenangan Burnham Menekan Pound Sterling?

Meskipun Burnham memenangkan kursi parlemen dengan nyaman (mengantongi sekitar 55% suara), pasar melihat kemenangan ini sebagai pemicu baru melalui dua faktor utama:

  • Tantangan Kepemimpinan (Politik Suram): Kembali masuknya Burnham ke Westminster segera memicu spekulasi bahwa dia akan menantang Perdana Menteri Keir Starmer untuk merebut kursi kepemimpinan Partai Buruh (Partai Buruh). Investor asing umumnya menghindari mata uang dari negara yang menghadapi risiko pergantian kepemimpinan atau friksi politik internal yang tajam.
  • Kekhawatiran Fiskal (Rencana Belanja Tinggi): Pasar obligasi dan valuta asing memberikan kebijakan prospek ekonomi jika Burnham berhasil memegang kendali pemerintahan di masa depan. Burnham dikenal memiliki pendekatan ekonomi yang mendukung peningkatan pengeluaran publik  dan pinjaman negara yang lebih besar demi pembangunan daerah. Hal ini dinilai pengiklanan kredibilitas fiskal serta rasio nasional utang Inggris.

 

Meskipun sempat terjatuh hingga ke kisaran terendah 11 pekan akibat berita politik ini, pergerakan GBPUSD terkini menunjukkan tanda-tanda pemulihan terbatas  ke atas level 1.3200.

Penyelamat Pound dari kejatuhan yang lebih dalam adalah rilis data Penjualan Ritel Inggris yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga membatasi kelanjutan aksi penjualan teknikal.

Di sisi lain, karena sentimen secara keseluruhan masih didominasi oleh pergerakan hawkish dari bank sentral AS (The Fed).

Namun kenaikan GBPUSD di sisa hari ini diprediksi akan tetap terbatas dan rentan mengalami volatilitas lanjutan akibat gangguan politik domestik Inggris.