Rekomendasi Harga Gula 25 Juni 2026 : Dapat Naik Terpicu Cuaca Hujan Lemah; Dapat Tertekan Penguatan Dolar AS

97

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York berakhir naik pada hari Rabu di tengah kekhawatiran bahwa hujan muson yang lemah di India akan menurunkan produksi gula dan mengurangi panen tebu di negara tersebut, yang merupakan panen tebu terbesar kedua di dunia.

Harga gula berjangka kontrak Oktober 2026 ditutup naik 0,5% pada 14,02 sen per pon.

Departemen Meteorologi India melaporkan pada hari Rabu bahwa curah hujan muson kumulatif di India berada 42% di bawah normal pada tanggal 24 Juni. Musim muson di India berlangsung dari bulan Juni hingga September.

Harga Gula berjangka New York menghapus kenaikan awal pada hari Rabu dan sedikit berubah setelah harga minyak mentah WTI (CLN26) jatuh ke level terendah dalam 3,5 bulan, melemahkan harga etanol. Melemahnya harga etanol berpotensi mendorong pabrik gula dunia mengalihkan penghancuran tebu ke produksi gula dibandingkan etanol, sehingga meningkatkan pasokan gula.

Pada hari Senin, gula berjangka New York turun ke level terendah dalam 2 bulan karena pembukaan kembali Selat Hormuz mengurangi gangguan pasokan global. Pembukaan kembali selat ini juga akan mengurangi tarif pengiriman global, biaya asuransi, dan harga bahan bakar, sehingga menurunkan biaya importir gula.

Malam nanti akan dirilis data PCE Price Index Mei AS dan Core PCE Price Index Mei AS yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula dapat bergerak naik dengan melemahnya curah hujan muson yang menurunkan produksi gula. Namun jika malam nanti data PCE Price Index Mei AS dan Core PCE Price Index Mei AS terealisir naik dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 13,86-13,69. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 14,14-14,25.