(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD berusaha rebound ke posisi pembukaan yang dibawah penutupan buruk sebelumnya pada perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (8/7/2026) di tengah lemahnya sentimen aset risiko.
Poundsterling melemah kembali ke $1,334, mundur dari level tertinggi 3 pekan, karena kenaikan harga minyak mentah baru- baru ini.
Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga Bank of England, yang memperburuk prospek ekonomi Inggris.
Harga minyak mentah Brent naik ke level tertinggi 2 minggu setelah serangan baru AS di Iran, menimbulkan keraguan atas stabilitas kesepakatan damai dan meningkatkan tekanan inflasi.
Presiden AS Trump meningkatkan ketegangan dengan menyatakan pada KTT NATO di Ankara bahwa, sejauh yang dia ketahui, gencatan senjata Iran telah berakhir.
Investor sekarang sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga Bank of England sebesar 25 basis poin pada akhir tahun, naik dari probabilitas 75% sebelum pernyataan Trump.
Secara politis, Andy Burnham, kandidat terdepan untuk menggantikan Keir Starmer sebagai perdana menteri, belum menunjuk menteri keuangan, dengan mantan menteri energi Ed Miliband muncul sebagai pilihan yang paling mungkin.
Secara teknikal, pergerakan GBPUSD sedang mendaki menuju posisi tertinggi harian di garis pivotnya.
Kini pair berada di posisi 1.3347 yang mendaki menuju posisi tertinggi harian 1.3369, jika tembus akan menguji posisi R1.
Namun jika pair GBPUSD tidak mampu menembus 1.3380, pair dapat berbalik dan turun kembali ke 1.3321. Jika berhasil akan menguji posisi support lemahnya di S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3445 | 1,3422 | 1,3390 | 1.3370 | 1.3337 | 1.3316 | 1.3285 |








