(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah bergerak naik pada hari Senin, mencermati prospek yang tidak pasti terkait konflik AS-Iran dan potensi gangguan pasokan.
Harga minyak mentah berjangka WTI bergerak naik 0,69% pada $82,97 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak naik 0,71% pada $89,15 per barel.
Serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz menambah kekhawatiran bahwa ketegangan akan terus berlanjut, sementara macetnya perundingan antara Washington dan Teheran membatasi harapan akan penyelesaian yang cepat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa Teheran belum memutuskan apakah akan melanjutkan kembali pembicaraan dengan AS.
Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz juga melambat secara signifikan selama akhir pekan menyusul serangan terhadap kapal-kapal tanker. Data menunjukkan hanya lima kapal pengangkut komoditas yang melintasi jalur perairan tersebut pada hari Sabtu dan tidak ada satu pun pada hari Minggu, dibandingkan dengan 31 kapal pada akhir pekan sebelumnya. Meskipun risiko meningkat, tidak adanya gangguan pasokan berskala besar membatasi kenaikan lebih lanjut pada harga minyak.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik terpicu ketidakpastian pembicaraan AS-Iran dan ketegangan di Selat Hormuz.
Harga minyak mentah berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $83,63-$84,30. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $81,90-$80,84.
Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $89,88-$90,61. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $88,22-$87,29.








