(Vibiznews – Forex) Mata uang Yen berakhir turun pada hari Senin, setelah Reuters melaporkan bahwa Jepang tidak memiliki rencana untuk merombak alokasi aset Dana Investasi Pensiun Pemerintah / Government Pension Investment Fund’s (GPIF).
Pasangan mata uang USD/JPY ditutup naik 0,47% pada 162,46.
Yen telah menguat pada Jumat lalu karena spekulasi bahwa GPIF senilai $1,8 triliun dapat mengalihkan lebih banyak uang ke aset domestik, setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan pemerintah ingin dana pensiun meningkatkan investasi domestik.
Yen juga berada di bawah tekanan dari lonjakan harga minyak mentah sebesar +9% pada hari Senin, yang negatif bagi ekonomi Jepang dan yen, karena Jepang mengimpor lebih dari 90% energinya.
Risiko intervensi di pasar mata uang untuk mendukung yen tinggi, karena yen tetap berada di atas 160 per dolar pada level terendah dalam 39 tahun.
Otoritas Jepang telah beberapa kali melakukan intervensi di pasar valuta asing di masa lalu ketika yen melampaui level tersebut.
Pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga BOJ sebesar +25 basis poin sebesar +2% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 31 Juli.
Malam nanti akan dirilis data Inflasi dan Inflasi Inti Juni AS. Inflasi Juni AS diindikasikan menurun. Inflasi Inti Juni AS diindikasikan tidak berubah.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Yen dapat bergerak turun terbebani lonjakan harga minyak. Namun jika data Inflasi Juni AS terealisir turun dan menekan dolar AS, akan menguatkan Yen. Pasangan mata uang USD/JPY diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 161,91-161,37. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 162,74-163,03.








