(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (20/7), terpantau menguat cukup signifikan 69,213 poin (1,21%) ke level 6.244,748 setelah dibuka naik ke level 6.197.476.
IHSG bergerak rally memasuki hari kelima ke level 5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah tensi geopolitik Timteng yang berlanjut memanas dan menaikkan harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan di zona merah dipicu aksi jual saham semiconductors.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,44% atau 78 poin ke level Rp 17.968, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah menguat perlahan 2 hari di sesi global sebelumnya, tertahan setelah menanjak oleh situasi perang Iran yang mendorong investor memburu lagi aset safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.890, serta terpantau terkoreksi meninggalkan area 3 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 21,941 poin (0,36%) ke level 6.197.476. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,320 poin (0,67%) ke level 603,920. Siang ini menguat 53,383 poin (0,86%) ke level 6.228,918. Sementara LQ45 terlihat naik 1,30% atau 8,110 poin ke level 630,020.
Tercatat saat ini sebanyak 398 saham naik, 188 saham turun dan 205 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 4,03%, dan Hang Seng yang menanjak 2,08%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally ke level 5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah tensi geopolitik Timteng yang memanas dan naiknya harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan terkoreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan agak tertahan oleh profit taking pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.250 dan 6.377. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,839 dan bila tembus ke level 5,317.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group







