IHSG Selasa Pagi Lanjut Rally 0,8% ke Level 6.282; Regional Bias Melemah, Tertekan Konflik AS-Iran

148
IHSG
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (21/7), terpantau menguat 50,176 poin (0,81%) ke level 6.281,956 setelah dibuka naik ke level 6.273.571.

IHSG bergerak rally memasuki hari keenam di sekitar level 5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias melemah di tengah lanjut memanasnya tensi geopolitik Timteng dan menaikkan lagi harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,20% atau 36 poin ke level Rp 17.971, dengan dollar AS di pasar uang Asia melandai setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya, tertahan setelah menanjak oleh panasnya konflik AS-Iran yang mengangkat dollar sebagai aset safe haven.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.935, serta terpantau terkoreksi dari area 3 minggu tertinggi sebelumnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 41,791 poin (0,67%) ke level 6.273.571. Sedangkan indeks LQ45 naik 6,130 poin (0,98%) ke level 634,000. Pagi ini menguat 50,176 poin (0,81%) ke level 6.281,956. Sementara LQ45 terlihat naik 0,68% atau 4,260 poin ke level 632,130.

Tercatat saat ini sebanyak 351 saham naik, 190 saham turun dan 199 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada subuh tadi dengan ketiga indeks acuannya terkoreksi di tengah berlanjutnya konflik perang AS–Iran yang menaikkan tensi geopolitik Timur Tengah, serta investor menantikan rilis laporan keuangan emiten. Dow Jones berakhir turun 0,59%, S&P 500 melemah 0,19%, serta Nasdaq merosot 0,05%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 1,63%, dan Hang Seng yang turun 0,21%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally di hari keenam, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias melemah di tengah terus memanasnya tensi geopolitik Timteng dan menaikkan lagi harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan agak tertahan oleh profit taking pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.377 dan 6.460. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group