Harga Minyak Mentah Rabu Menguat Lanjutkan Tren Positif dari Penutupan Sesi Selasa

65

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia baik jenis Brent dan juga WTI kembali menguat pada perdagangan pasar komoditas internasional sesi Asia hari Rabu (22/7/2026), melanjutkan tren positif dari penutupan sesi sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan bursa komoditi berjangka hari Selasa (21/7/2026), harga minyak mentah mencatatkan penguatan yang solid. Minyak mentah berjangka Brent ditutup pada level $91,01 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York Mercantile Exchange (NYMEX) ditutup menguat di posisi $84,91 per barel.

Harga minyak mentah terangkat menyusul meningkatnya ancaman terhadap pasokan minyak mentah global yang terus mendorong sentimen pasar bergerak lebih tinggi.
Kekhawatiran akan menipisnya cadangan minyak serta potensi gangguan rantai pasok energi membuat para investor tetap waspada, memicu aksi beli lanjutan pada bursa berjangka komoditi New York (NYMEX) dan Intercontinental Exchange (ICE).

Ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung membuat pelaku pasar mempertahankan posisi mereka dan terus memperhitungkan premi risiko ke dalam harga kontrak energi.
Kini pada sesi perdagangan Rabu, harga spot minyak Brent terpantau berada di posisi $92,49 atau naik 1,64%, demikian untuk kontrak berjangka bulan September 2026 yang paling banyak diperdagangkan berada di kisaran $92,06 per barel.

Untuk harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,47% menjadi $85,57 per barel, sementara kontrak berjangka bulan September di bursa NYMEX aktif diperdagangkan pada posisi $85,15 per barel.
Untuk pergerakan selanjutnya, harga minyak mentah jenis Brent berjangka akan bertemu kisaran resisten di 93,60 – 95,20 dan support di 91,00 – 89,80. Sementara itu, untuk harga minyak mentah WTI berjangka diproyeksikan akan menemui kisaran resisten di 86,80 – 88,10 dan support di 84,20 – 83,00.