Indeks Nikkei Rabu Ditutup Turun Terpicu Lonjakan Harga Minyak

89
nikkei
Tokyo Stock Exchange - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah tipis pada hari Rabu, 22 Juli 2026, menghapus reli kuat yang sempat terjadi di awal perdagangan. Berkurangnya tenaga bursa Tokyo pada sesi siang ini dipicu oleh kekhawatiran pasar atas pelemahan yen yang kian tajam serta lonjakan harga minyak global.

Indeks Nikkei 225 turun 116,59 poin, atau melemah 0,18%, dan ditutup pada level 66.115,60. Dalam rentang perdagangan hari ini, indeks bergerak fluktuatif, sempat melesat cukup tajam menyentuh level tertinggi di 67.592,20 pada sesi pagi sebelum akhirnya tertekan hingga terperosok ke level terendah di 65.955,60.

Pada awal sesi, bursa Tokyo mendapat dorongan positif yang solid dari pergerakan bursa Wall Street semalam, khususnya lonjakan signifikan pada Indeks Semikonduktor Philadelphia. Saham-saham pemasok industri teknologi dan pembuat cip memimpin kenaikan awal, dengan saham Mitsui Kinzoku, Taiyo Yuden, dan Kioxia Holdings mencatatkan penguatan. Harapan investor terhadap rilis laporan keuangan raksasa teknologi AS turut menjadi katalis awal aksi beli.

Namun, sentimen pasar berbalik arah akibat pelemahan nilai tukar yen yang merosot menyentuh level terendah baru di kisaran 163 per dolar AS. Kondisi ini, ditambah dengan naiknya harga minyak mentah akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, memicu kekhawatiran atas melonjaknya biaya impor dan inflasi yang dapat merugikan perekonomian domestik Jepang.

Kecemasan terhadap peningkatan beban biaya operasional dan inflasi tersebut mendorong aksi jual yang menghantam saham-saham sektor konsumen. Emiten ritel dan konsumsi terkemuka seperti J.Front Retailing, Shiseido, dan Takashimaya harus menanggung beban dan memimpin deretan saham yang mencatatkan penurunan terdalam pada perdagangan hari ini.