(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro ditutup naik pada hari Rabu, terpicu aksi short-covering dan penyesuaian posisi menjelang pertemuan ECB pada hari Kamis, di mana ECB diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir naik 0,12% pada 1.1412.
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Eropa yang lebih tinggi telah memperkuat perbedaan suku bunga euro dan mendukung euro setelah imbal hasil obligasi pemerintah Jerman 10 tahun naik ke level tertinggi 2 bulan di 3,192% pada hari Rabu.
Namun kenaikan Euro terbatas karena lonjakan harga minyak mentah sebesar +2% pada hari Rabu ke level tertinggi 6 minggu, yang negatif bagi ekonomi Zona Euro dan euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.
Pasar memperhitungkan peluang +5% kenaikan suku bunga +25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada hari Kamis.
Malam nanti akan dirilis keputusan suku bunga ECB, yang diindikasikan ECB mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun tertekan penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak. Namun jika ECB menaikkan suku bunga atau mempertahankan suku bunga, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1399-1.1387. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1423-1.1435.








