(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (23/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, mengurangi loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menurun setelah melemah di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang melemah terbatas 0,06% atau 10 poin ke level Rp 17.885 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.875. Rupiah terpantau terkoreksi dari area sebulan tertingginya kemarin.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.903 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.905, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 17.885.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah melemah di sesi global sebelumnya, dalam koreksi setelah rally oleh panasnya konflik AS-Iran yang sempat mengangkat dollar sebagai aset safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke 100,97, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,14.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi pertama terpantau menguat signifikan 95,678 poin (1,51%) ke level 6.430,154, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat berupaya bangkit dari aksi jual sebelumnya di tengah tensi geopolitik Timteng dan harga minyak yang memanas, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam lanjut terkoreksi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.126 – Rp17.845.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting








