Rekomendasi Forex EUR/USD 24 Juli 2026 : Tertekan Penguatan Dolar AS; Harapkan Penguatan Data Ekonomi

41

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro ditutup turun hari Kamis, tertekan penguatan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,30% pada 1.1376.

Euro tertekan penguatan dolar AS.

Namun, penurunan Euro terbatas setelah imbal hasil obligasi pemerintah Jerman 10 tahun sedikit naik ke level tertinggi baru dalam 15 tahun, yang menunjukkan dampak kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi.

ECB pada pertemuan kebijakannya pada hari Kamis mempertahankan suku bunga deposito utamanya tidak berubah di 2,25%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan bahwa mereka mempertahankan suku bunga tidak berubah, menunggu data lebih lanjut untuk menentukan apakah kenaikan suku bunga tambahan diperlukan untuk mengatasi prospek inflasi. Namun, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan, “Risiko terhadap prospek inflasi cenderung meningkat.”

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga ECB sebesar +25 basis poin sebesar 92% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 10 September.

Siang nanti akan dirilis data GfK Consumer Confidence Jerman yang diindikasikan naik sedikit.

Sore nanti akan dirilis data S&P Global Services, Manufacturing, Composite PMI Flash Juli Zona Euro dan Jerman yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak berlanjut. Namun jika data S&P Global Services, Manufacturing, Composite PMI Flash Juli Zona Euro dan Jerman terealisir naik, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1349-1.1321. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1421-1.1465.