(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (28/7), terpantau melemah 48,162 poin (0,78%) ke level 6.130,588 setelah dibuka turun ke level 6.175.198.
IHSG bergerak terkoreksi bertahap 5 hari ke level 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah harga minyak yang menurun signifikan oleh meredanya sementara konflik AS-Iran, dan investor menantikan pertemuan the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan bias positif.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,32% atau 58 poin ke level Rp 18.058, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya, sekitar area sebulan tertingginya di tengah turunnya harga minyak mentah dunia sementara rehatnya gempuran AS ke Iran yang menurunkan tensi geopolitik.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 18.000, serta terpantau di seputar area 1,5 minggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 3,552 poin (0,06%) ke level 6.175.198. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,030 poin (0,33%) ke level 610,210. Siang ini melemah tipis 2,626 poin (0,04%) ke level 6.183,157. Sementara LQ45 terlihat naik 0,28% atau 1,740 poin ke level 614,300.
IHSG kemudian bergerak merosot dan ditutup melemah 48,162 poin (0,78%) ke level 6.130,588. Sementara LQ45 terlihat turun 0,74% atau 4,530 poin ke level 608,030. Tercatat saat ini sebanyak 265 saham naik, 360 saham turun dan 172 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 3,95%, dan Hang Seng yang naik 0,41%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bearish bertahap ke 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah harga minyak yang menurun signifikan oleh meredanya konflik AS-Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan bias positif.
Berikutnya IHSG kemungkinan balik konsolidasi dalam range terbatas, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






