(Vibiznews – Forex) Mata uang Poundsterling berakhir turun terhadap dolar AS pada hari Senin.
Pasangan mata uang GBP/USD ditutup turun 0,36% pada 1.3433.
Dolar naik tipis pada hari Senin karena tanda-tanda kekuatan ekonomi AS setelah indeks manufaktur ISM Juli naik lebih dari yang diperkirakan ke level tertinggi 4 tahun.
Indeks manufaktur ISM AS Juli naik +2,3 menjadi 55,6, lebih kuat dari ekspektasi 53,9 dan merupakan laju ekspansi tercepat dalam empat tahun.
Poundsterling Inggris stabil karena investor tetap berhati-hati, menunggu kejelasan lebih lanjut tentang proses perdamaian Timur Tengah.
Sterling mendapat dukungan setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran, yang menandakan bahwa resolusi diplomatik terhadap konflik tersebut masih mungkin terjadi, meskipun ketidakpastian tetap ada setelah Teheran membantah adanya negosiasi yang sedang berlangsung atau yang direncanakan.
Sementara itu, pertemuan Bank of England pekan lalu memperkuat ekspektasi bahwa para pembuat kebijakan tidak terburu-buru untuk memperketat kebijakan moneter, mendorong pasar untuk mengurangi probabilitas untuk kenaikan suku bunga pada tahun 2026.
Malam nanti akan dirilis data JOLTs Job Openings Juni AS yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, pasangan mata uang GBP/USD akan bergerak naik dengan meredanya ketegangan AS-Iran menurunkan peermintaan safe haven dolar AS dan menguatkan Poundsterling. Juga jika data JOLTs Job Openings Juni AS terealisir menurun dan menekan dolar AS, akan menguatkan Poundsterling. Pasangan mata uang GBP/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 1.3487-1.3540. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 1.3399-1.3364.








