Rekomendasi Harga Minyak 7 Agustus 2026 : Naik Terpicu Ketidakpastian Pembicaraan Selat Hormuz

75

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup naik pada hari Kamis di tengah ketidakpastian pembicaraan rencana pembukaan Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir naik 2,75% pada $77,29 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 3,83% pada $82,49 per barel.

Pasar mencermati ketidakpastian mengenai rencana yang diusulkan oleh Iran dan Oman untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Selain itu, laporan mengenai serangan rudal oleh pemberontak Houthi terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi turut mendorong kenaikan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi pada hari Kamis setelah kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa kapal-kapal milik AS, Israel, atau negara lain mana pun yang telah “menyebabkan kerugian” bagi Iran akan dilarang melintasi Selat Hormuz berdasarkan usulan kesepakatan dengan Oman untuk membuka kembali jalur air tersebut; langkah ini akan membatasi sebagian ekspor minyak dari beberapa negara Teluk.

Harga minyak mentah juga mendapat dukungan pada hari Kamis akibat kekhawatiran mengenai pasokan minyak dari Timur Tengah setelah pemberontak Houthi Yaman menyatakan telah menargetkan kapal tanker minyak Arab Saudi dengan rudal balistik di Teluk Aden. Kelompok Houthi menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di wilayah utara Laut Merah guna mencegah kapal-kapal tersebut melintasi kawasan itu.

Pasar sedang menantikan kabar mengenai kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membuka kembali Selat Hormuz secara parsial. Pernyataan bersama dari kedua negara sedang ditinjau, dan jalur tersebut rencananya akan tetap beroperasi selama dua hingga empat bulan, meskipun menurut pejabat Iran, kesepakatan ini tidak berarti pembukaan kembali secara penuh. Iran menyatakan bahwa normalisasi akses selat tersebut bergantung pada pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak akan bergerak naik dengan ketidakpastian pembicaraan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

Secara teknikal, minyak mentah WTI dengan rentang perdagangan harian antara 77,80 hingga 78,35 dolar AS per barel menempatkan pivot point harian di kisaran 78,09 dolar AS per barel. Selama harga mampu bertahan di atas level pivot tersebut, momentum bullish berpeluang berlanjut menuju resistance 1 di kisaran 78,38 dolar AS per barel, dengan target lanjutan di resistance 2 pada area 78,64 dolar AS per barel apabila volume beli tetap kuat. Sebaliknya, apabila harga terkoreksi ke bawah pivot point, support 1 berada di kisaran 77,83 dolar AS per barel sebagai bantalan jangka pendek, dengan support 2 di area 77,54 dolar AS per barel sebagai lapisan pertahanan berikutnya jika tekanan jual mendadak muncul.

Untuk minyak mentah Brent, dengan rentang pergerakan pada kisaran 82,49 hingga 83,34 dolar AS per barel, pivot point harian berada di sekitar level 82,98 dolar AS per barel. Penembusan resistance 1 di kisaran 83,47 dolar AS per barel berpotensi membuka jalan menuju resistance 2 di area 83,83 dolar AS per barel. Sementara itu, support 1 berada di kisaran 82,62 dolar AS per barel, dengan support 2 di area 82,13 dolar AS per barel sebagai batas pertahanan apabila terjadi aksi ambil untung setelah lonjakan tajam hari ini.

Berdasarkan data historis komoditas, apabila tren eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berlanjut tanpa disertai langkah de-eskalasi diplomatik yang konkret, harga minyak Brent diproyeksikan berpotensi kembali menguji batas psikologis atas pada rentang 85 hingga 90 dolar AS per barel dalam waktu dekat. Di sisi lain, pelaku pasar juga perlu mewaspadai rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls) yang dijadwalkan malam ini, karena hasil yang menunjukkan pelemahan permintaan ekonomi makro berpotensi memicu volatilitas lanjutan dan membuka peluang koreksi teknikal di tengah tren bullish yang tengah berlangsung.