(Vibiznews – Commodity) Harga emas dunia ditutup naik pada hari Senin, akankah menaikkan harga emas antam hari ini, Selasa 11 Agustus 2026?
Harga emas ditutup lebih tinggi pada hari Senin berkat sentimen lanjutan dari hari Jumat lalu, ketika data Non Farm Payrolls AS bulan Juli menunjukkan penurunan tak terduga serta kenaikan rata-rata upah per jam yang lebih rendah dari perkiraan, yang berpotensi mendorong The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter, yang merupakan faktor pendukung kenaikan harga bagi logam mulia.
Harga emas spot ditutup naik 1,10% pada $4.390,08 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 0,45% pada $4.419,7 per ons.
Pada perdagangan kemarin, harga Emas Antam tidak berubah pada hari Senin, 10 Agustus 2026, setelah harga emas dunia bergerak turun hari Senin.
Harga beli emas antam hari Senin, 10 Agustus 2026, tidak berubah pada Rp2.690.000/gram.
Harga buyback (jual kembali) emas antam hari Senin, 10 Agustus 2026, tidak berubah pada Rp2.511.000/gram.
Harga emas juga mendapat dukungan setelah bank sentral Tiongkok (PBOC) menambah cadangan emasnya sebanyak 640.000 ons bulan lalu, yang merupakan peningkatan terbesar dalam lebih dari 2,5 tahun.
Namun penguatan emas masih dibatasi kenaikan dolar AS memberikan tekanan turun terhadap harga logam.
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi global pada hari Senin berdampak negatif bagi logam mulia.
Lonjakan harga minyak mentah sebesar 5% pada hari Senin juga meningkatkan ekspektasi inflasi, yang dapat mendorong bank-bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter—sebuah faktor yang menekan harga logam mulia.
Kenaikan harga emas juga tertahan oleh pernyataan bernada hawkish dari Presiden The Fed Cleveland, Hammack, yang menyebutkan bahwa The Fed kemungkinan memerlukan “sejumlah” kenaikan suku bunga untuk menurunkan tingkat inflasi.
Analyst Vibiz Research memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga emas antam dapat naik mengikuti kenaikan harga emas dunia.








