(Vibiznews – Forex) GBP/USD ditutup naik tipis 0,11% ke kisaran 1,3507 pada perdagangan Senin, bertahan dekat level tertinggi sejak 15 Juli. Penguatan poundsterling didukung oleh struktur teknikal yang solid serta sentimen pasar yang masih mencermati sinyal campuran seputar negosiasi AS-Iran dan prospek pembukaan kembali Selat Hormuz.
Analisis Fundamental
1. Sentimen Pasar Seputar Negosiasi AS-Iran
Investor global masih mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran terkait Selat Hormuz. Sinyal campuran mengenai kemajuan pembicaraan tersebut membuat pasar cenderung berhati-hati, meski dampaknya terhadap GBP/USD relatif terbatas dibanding pasangan mata uang yang lebih sensitif terhadap harga energi seperti USD/JPY atau komoditas.
2. Potensi Pelunakan Inflasi AS sebagai Katalis Lanjutan
Jika data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini menunjukkan pelunakan lebih lanjut, hal ini berpotensi kembali menekan ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed dan memberi ruang bagi GBP/USD untuk melanjutkan pemulihan serta mempertahankan posisi di atas level psikologis 1,35.
3. Risiko dari Sisi Domestik: Estimasi Awal PDB Inggris Q2
Perhatian pasar turut tertuju pada rilis estimasi awal Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris kuartal II. Perlambatan pertumbuhan ekonomi Inggris yang lebih tajam dari perkiraan berpotensi melemahkan ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan dari Bank of England (BoE), yang pada gilirannya dapat membatasi ruang penguatan poundsterling meski dolar AS melemah.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, GBP/USD menunjukkan struktur bullish yang tersusun rapi, dengan harga saat ini berada di atas seluruh rata-rata bergerak jangka pendek hingga menengah (EMA 8, 21, 50, dan 100 hari). Pasangan ini bergerak dalam tren pemulihan sejak menyentuh level rendah 1,3165 pada 24 Juni, mencatatkan kenaikan sekitar 2,48% dari titik tersebut hingga saat ini.
– Resistance terdekat: 1,3550 – 1,3600 (area psikologis dan target ekstensi jangka pendek jika tren pemulihan berlanjut)
– Support terdekat: 1,3450 – 1,3400 (area EMA 50 hari sebagai penopang teknikal jangka pendek)
Selama GBP/USD bertahan di atas 1,3400, struktur bullish jangka menengah masih relevan untuk dipertahankan.
Proyeksi & Rekomendasi Trading
Bias: Bullish jangka pendek
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan GBP/USD akan cenderung melanjutkan pemulihan pada perdagangan selanjutnya, didukung oleh struktur teknikal yang solid dan potensi pelunakan data inflasi AS pekan ini. Namun demikian, rilis data PDB Inggris kuartal II perlu dicermati sebagai faktor pembatas potensial.
| Skenario | Level | Aksi |
| Breakout Resistance | 1,3550 – 1,3600 | Peluang buy on breakout menuju target psikologis 1,36 |
| Rentang Konsolidasi | 1,3400 – 1,3550 | Wait and see, cermati data PDB Inggris dan inflasi AS pekan ini |
| Break Support | 1,3450 – 1,3400 | Potensi koreksi teknikal; peluang buy on weakness jika fundamental BoE tetap solid |
Rekomendasi: BUY on weakness di area support 1,3450–1,3400, dengan target menuju resistance 1,3550–1,3600. Trader disarankan menempatkan stop loss di bawah 1,3400 untuk membatasi risiko apabila data PDB Inggris mengejutkan ke sisi negatif.
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
- Data PDB Inggris kuartal II yang lebih lemah dari ekspektasi dapat menekan ekspektasi kenaikan suku bunga BoE.
- Data inflasi (CPI) AS pekan ini yang dapat mengubah arah ekspektasi kebijakan The Fed secara signifikan.
- Perkembangan negosiasi AS-Iran dan Selat Hormuz yang dapat memicu pergeseran sentimen risiko secara luas di pasar global.








