(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Senin, terdukung kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (T-note), yang memperlebar selisih suku bunga yang menguntungkan dolar.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,27% pada 99,80.
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar +5% pada hari Senin meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong The Fed untuk memperketat kebijakan moneter, sebuah faktor yang mendukung penguatan dolar.
Komentar bernada hawkish dari Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, pada hari Senin turut mendukung dolar; ia menyatakan tidak melihat adanya masalah pada pasar tenaga kerja dan bahwa inflasi tidak akan turun dengan sendirinya. Ia menambahkan bahwa “saat ini adalah waktunya” untuk bertindak, karena tingkat suku bunga saat ini tidak memberikan pembatasan yang signifikan terhadap perekonomian, dan kemungkinan diperlukan “sejumlah” kenaikan suku bunga untuk menurunkan inflasi.
Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu mengisyaratkan kesiapannya untuk membiarkan tekanan ekonomi terhadap Iran meningkat alih-alih melancarkan serangan militer tambahan. Ia mengatakan bahwa AS hanya melakukan “negosiasi parsial” dengan Iran terkait Selat Hormuz dan bahwa blokade AS terhadap Iran memperparah kesulitan keuangan negara tersebut.
Risiko kembali memanasnya situasi di Timur Tengah tetap tinggi, yang mendorong permintaan safe haven terhadap dolar AS.
Sebuah kapal tanker UEA lainnya menjadi sasaran rudal Iran pada hari Sabtu saat melintasi Selat Hormuz. Selain itu, pada hari Minggu, kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melakukan serangan terhadap kilang minyak Jazan milik Arab Saudi.
Pasar memperhitungkan adanya probabilitas sebesar 52% untuk kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya, tanggal 15-16 September.
Malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change Weekly AS dan Existing Home Sales Juli AS.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan bergerak naik dengan masih meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan ketidakpastian pembicaraan AS dan Iran, yang dapat meningkatkan permintaan safe haven dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 99,89-99,98. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 99,64-99,48.








