(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro ditutup turun terhadap dolar AS pada hari Selasa, tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun tipis 0,01% pada 1.1543.
Euro melemah tipis di tengah menguatnya posisi dolar AS.
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah ke level tertinggi satu minggu pada hari Selasa berdampak negatif bagi perekonomian Zona Euro dan mata uang euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.
Euro sempat pulih dari level terendahnya setelah harga minyak mentah turun dari puncak kenaikan tersebut, menyusul sinyal optimisme dari Pakistan bahwa AS dan Iran tampaknya hampir mencapai kesepakatan terkait Selat Hormuz.
Pasar memperhitungkan peluang sebesar 89% untuk kenaikan suku bunga ECB sebesar +25 bp pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 10 September.
Siang nanti akan dirilis data Inflasi Juli Jerman yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak naik jika dolar AS turun dengan harapan kesepakatan AS-Iran. Namun jika ketegangan AS-Iran berlanjut, akan menguatkan dolar AS dan menekan Euro. Namun jika data inflasi Juli Jerman terealisir naik, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1533-1.1524. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1551-1.1560.








