(Vibiznews – Commodity) Harga perak berakhir turun pada hari Selasa, tertekan penguatan dolar AS dan harga minyak.
Harga perak spot ditutup turun 1,61% pada $64,68
Harga perak berjangka AS kontrak September 2026 ditutup turun 0,52% pada $64,93.
Harga perak turun terpicu penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak.
Penguatan nilai tukar dolar AS pada hari Selasa berdampak negatif terhadap harga logam.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah ke level tertinggi dalam satu minggu memicu ekspektasi inflasi, yang dapat mendorong bank-bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter mereka—sebuah faktor yang menekan harga logam mulia .
Di samping itu, pernyataan bernada hawkish dari Presiden The Fed Chicago, Goolsbee, turut menekan harga logam mulia saat ia menyebutkan bahwa inflasi merupakan masalah terbesar yang dihadapi perekonomian.
Malam nanti akan dirilis data Inflasi dan Inflasi inti AS bulan Juli yang secara bulanan diindikasikan meningkat, tapi secara tahunan diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik jika dolar AS turun dengan harapan kesepakatan AS-Iran membuka Selat Hormuz. Namun jika inflasi Juli AS terealisir turun dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga emas.
Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $66,02-$67,36. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $63,79-$62,90.
Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $66,26-$67,59. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $64,04-$63,15.








