Bursa Wall Street Rabu Ditutup Mixed Terpicu Data Inflasi AS Dovish

90
Pasar Saham
New York Stock Exchange - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Rabu waktu AS (Kamis pagi WIB, 13 Agustus 2026) berakhir bergerak bervariasi (mixed) dengan kecenderungan menguat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite berhasil bangkit ke zona hijau setelah didorong oleh rilis data inflasi konsumen (CPI) AS yang jinak serta laporan keuangan solid dari sejumlah emiten sektor kecerdasan buatan (AI), sementara indeks Dow Jones Industrial Average bergerak mendatar dengan koreksi yang sangat tipis.

Indeks S&P 500 ditutup menguat +0,26% atau 20,30 poin ke level 7.748,50, mendekati level rekor tertingginya sepanjang masa. Indeks Nasdaq Composite ditutup melonjak +0,54% atau 143,04 poin ke posisi 26.588,49, dipimpin oleh reli saham-saham teknologi. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun tipis -0,04% atau 21,58 poin ke posisi 53.770,27.

Data inflasi CPI yang sesuai ekspektasi menjadi katalis utama penggerak pasar pada sesi perdagangan kali ini. Laporan Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk bulan Juli menunjukkan pertumbuhan tahunan yang melandai ke 3,4%, turun dari 3,5% pada bulan sebelumnya, dengan kenaikan bulanan hanya sebesar 0,1%. Angka yang sejalan dengan prediksi para ekonom ini berhasil meredakan kekhawatiran pasar sekaligus memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan bulan September mendatang.

Optimisme terhadap infrastruktur AI turut membara setelah beberapa emiten merilis laporan keuangan yang spektakuler dan memicu reli tajam di sektor teknologi:

CoreWeave (CRWV) melonjak +19% setelah perusahaan menaikkan proyeksi belanja modal tahunan sekaligus melampaui estimasi laba bersih pasar.

Super Micro Computer (SMCI) melesat +19% berkat estimasi pendapatan kuartalan yang berada jauh di atas konsensus analis.

Nebius Group (NBIS) melompat tajam hingga +34%, sementara raksasa cip Nvidia (NVDA) ikut terangkat +3%.

Rotasi sektor turut mewarnai perdagangan hari Rabu, dengan delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona positif, dipimpin oleh sektor real estat yang naik +1,08% dan sektor teknologi informasi yang menguat +1,06%. Sebaliknya, tekanan datang dari saham-saham pembangunan rumah (homebuilders) menyusul tingginya suku bunga KPR jangka panjang. Sementara itu, harga minyak mentah Brent bergerak stabil di kisaran USD 88,74 hingga USD 88,98 per barel, meredakan kepanikan geopolitik terkait Selat Hormuz yang sempat membayangi pasar sehari sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh rilis data Producer Price Index (PPI) atau inflasi tingkat produsen AS yang dijadwalkan keluar pada Kamis malam waktu setempat, yang akan melengkapi indikator inflasi bagi pertimbangan kebijakan The Fed selanjutnya, sembari pasar tetap mencermati kelanjutan laporan kinerja emiten-emiten sektor AI dan teknologi berkapitalisasi besar lainnya.