(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (24/8), terpantau terkoreksi 16,853 poin (0,26%) ke level 6.508,837 setelah dibuka naik ke level 6.524.075.
IHSG bergerak terkoreksi profit taking dari level 13,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias melemah di tengah investor menanti dampak sanksi atas Iran dan mengikuti sentimen bursa AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan serempak dalam rebound.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah terbatas 0,06% atau 10 poin ke level Rp 17.700, dengan dollar AS di pasar uang Asia agak turun setelah bangkit terbatas di sesi global sebelumnya, konsolidasi pada area 3,5 bulan terendahnya di tengah bertambahnya buyback atas U.S. Treasury dan tensi geopolitik Timur Tengah yang memanas.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.690, serta terpantau terkoreksi dari posisi 13 minggu terkuatnya akhir pekan lalu.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 18,312 poin (0,28%) ke level 6.544.002. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,410 poin (0,22%) ke level 646,000. Pagi ini melemah 16,853 poin (0,26%) ke level 6.508,837. Sementara LQ45 terlihat turun 2,800 poin (0,43%) poin ke level 641,790.
Tercatat saat ini sebanyak 238 saham naik, 314 saham turun dan 184 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada akhir minggu lalu dengan rebound kuat dari tekanan jual sebelumnya dipicu kenaikan pendapatan emiten retail besar dan saham crypto, meskipun situasi geopolitik memanas. Dow Jones berakhir naik 0,98%, S&P 500 menguat 0,43%, serta Nasdaq menanjak 0,44%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,08%, dan Hang Seng yang merosot 2,06%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi dari level 13,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias melemah di tengah investor menanti sanksi atas Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam rebound.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan konsolidatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.635 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,230 dan bila tembus ke level 6,029.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






