(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan mengalami koreksi tajam pada penutupan perdagangan hari ini, Senin, 24 Agustus 2026. Indeks KOSPI ditutup anjlok signifikan, menghapus sebagian besar penguatan yang sempat dibukukan pada sesi Jumat lalu.
Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) resmi ditutup merosot 215,99 poin, atau turun 3,12 persen, dan berakhir pada level 6.696,96. Indeks langsung dibuka melemah di posisi 6.881,07 dari penutupan Jumat lalu di 6.912,95, dan tertekan sepanjang sesi hingga menyentuh titik terendah harian di 6.656,07, sementara level tertinggi harian hanya mampu bertahan di 6.884,57 pada awal perdagangan.
Kejatuhan masif hari ini dipicu oleh aksi jual bersih besar-besaran oleh investor asing dan institusi yang kecewa terhadap rincian program imbal hasil pemegang saham atau shareholder return plan dari raksasa teknologi Samsung Electronics. Meskipun korporasi mengumumkan alokasi jumbo antara 90 triliun hingga 110 triliun won, investor justru mengkhawatirkan beban pengeluaran modal besar untuk infrastruktur cip yang dapat menguras arus kas bebas dalam jangka pendek, ditambah tidak adanya detail mengenai rencana pembelian kembali saham atau stock buyback dalam skema tersebut.
Kekecewaan pasar tersebut langsung tercermin pada performa saham Samsung Electronics yang ambruk hingga 8,35 persen pada akhir sesi perdagangan, menyeret jatuh seluruh indeks utama mengingat bobotnya yang sangat dominan di KOSPI. Berbeda arah, saham SK Hynix justru berhasil menguat 2,4 persen, ditopang oleh program buyback domestik mereka yang dinilai lebih konkret oleh investor.
Sektor teknologi regional secara luas juga tampak bergerak hati-hati menjelang rilis laporan laba krusial dari Nvidia pada pertengahan pekan ini, sehingga turut membatasi minat beli investor pada saham-saham teknologi Korea Selatan sepanjang sesi hari ini. Kombinasi antara kekecewaan terhadap skema shareholder return Samsung dan sikap wait-and-see menjelang laporan keuangan Nvidia inilah yang mendominasi arah pergerakan KOSPI hingga penutupan perdagangan hari ini.








