(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin, 24 Agustus 2026, melanjutkan tren koreksi akibat tekanan dari pasar obligasi serta aksi wait and see investor global menjelang sejumlah katalis penting pekan ini.
Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,74% dan berakhir di level 65.528,09. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks tercatat cukup fluktuatif. Setelah dibuka sedikit melemah di level 65.978,95 dari posisi penutupan akhir pekan lalu di 66.016,36, indeks sempat menguat ke titik tertinggi harian di 66.257,73 pada awal sesi, sebelum akhirnya melorot ke titik terendah harian di 65.470,95 menjelang penutupan. Sebagai catatan, rekor tertinggi 52 minggu indeks saat ini berada di 72.831,73, sementara rekor terendahnya di 41.835,17.
Tekanan pada bursa Tokyo hari ini datang dari rebound imbal hasil obligasi global serta kekhawatiran inflasi domestik yang memanas, memperkuat spekulasi pengetatan moneter lanjutan oleh Bank of Japan. Sentimen regional juga dibayangi ketegangan geopolitik terkait rincian sanksi baru AS terhadap Iran, yang turut menambah kehati-hatian pelaku pasar sepanjang sesi hari ini.
Saham berbasis kecerdasan buatan memimpin pelemahan hari ini, dengan SoftBank Group anjlok 3,3% dan Fujikura merosot 3,5%, seiring investor cenderung melakukan aksi ambil untung menjelang rilis laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan pertengahan pekan ini. Sebaliknya, produsen peralatan chip Tokyo Electron berhasil menguat 2,1%, menjadi salah satu penopang di tengah pelemahan indeks secara keseluruhan.








