Rekomendasi Forex EUR/USD 25 Agustus 2026 : Tertekan Penguatan Dolar AS

87

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Senin, tertekan penguatan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,12% pada 1.1664.

Penguatan dolar AS memberikan tekanan pada Euro.

Pengumuman Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Senin memberikan sentimen positif bagi dolar setelah diumumkan bahwa AS akan memulai kampanye untuk memutus hubungan Iran dari ekonomi global, serta memperingatkan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran berisiko menghadapi sanksi AS.

Bessent menyatakan bahwa AS berfokus pada lima “jalur kehidupan paling vital” Iran—termasuk aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran—dan bahwa negara-negara akan diberikan batas waktu tertentu untuk menghentikan kerja sama ekonomi dengan Iran; jika tidak, Departemen Keuangan akan bertindak secara sepihak.

Selain itu, komentar dari anggota Dewan Eksekutif ECB, Piero Cipollone, pada hari Senin turut melemahkan Euro ketika ia menyatakan bahwa kenaikan suku bunga untuk menstabilkan inflasi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Namun penurunan Euro dibatasi dengan anjloknya harga minyak mentah sebesar 2% pada hari Senin; penurunan harga minyak ini sebenarnya menguntungkan ekonomi Zona Euro dan mata uang euro karena Eropa merupakan importir energi dalam jumlah besar.

Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 95% bagi ECB untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 10 September.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun tertekan penguatan dolar AS dengan meningkatnya lagi ketegangan AS-Iran pasca pengumuman sanksi ekonomi AS terhadap Iran. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1650-1.1637. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1682-1.1701.