(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit mentah atau CPO di bursa berjangka internasional terpantau bergerak mengalami konsolidasi teknikal pada perdagangan hari ini, Rabu (26/8/2026), pada kisaran RM4.940 hingga RM4.950 per metrik ton. Pergerakan ini terjadi setelah harga sempat menyentuh level psikologis premium di atas RM5.018 per metrik ton pada pekan lalu. Kontrak CPO di Bursa Malaysia Derivatives diperdagangkan di kisaran RM4.946 per metrik ton, mengalami koreksi sehat sekitar 1,4 persen akibat aksi ambil untung pasca reli panjang yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Jeda reli pada harga CPO dunia hari ini utamanya dipicu oleh koreksi harga minyak nabati substitusi. Harga minyak kedelai atau soyoil di bursa Chicago tercatat melemah, sejalan dengan penurunan tajam harga minyak mentah WTI dan Brent yang anjlok lebih dari 3 persen. Merosotnya harga energi fosil ini secara otomatis menurunkan daya tarik kelapa sawit sebagai bahan baku biodiesel, sehingga membuat pelaku pasar cenderung menahan diri dan merealisasikan keuntungan setelah reli panjang yang sempat mengantarkan harga menembus level psikologis di atas RM5.000 per metrik ton.
Meski bursa global sedang mengalami jeda reli, sentimen fundamental jangka panjang tetap menopang optimisme pasar sawit dunia. Rencana implementasi penuh regulasi mandatori biodiesel B50 di Indonesia masih menjadi pendorong utama ekspektasi harga ke depan, mengingat kebijakan ini diperkirakan akan menyerap volume besar CPO domestik dan berpotensi memicu pengetatan pasokan untuk pasar ekspor global. Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI merilis data terbaru yang menunjukkan total kumulatif produksi CPO dan PKO nasional sepanjang Januari hingga Juni mencapai 30,28 juta ton, naik 15,82 persen secara tahunan. Lonjakan suplai dalam negeri ini turut membantu menstabilkan volatilitas harga fisik dari kekhawatiran kelangkaan ekstrem akibat ancaman El Nino yang masih membayangi produksi sawit global.
Sementara itu di dalam negeri, meski bursa global sedang mengalami jeda reli, harga CPO fisik domestik justru menunjukkan tren penguatan. Harga penetapan CPO fisik di Riau naik sebesar Rp178,48 per kilogram menjadi Rp15.837,47 per kilogram. Untuk kebijakan ekspor, Kementerian Perdagangan masih memberlakukan Harga Referensi CPO sebesar US$996,52 per metrik ton untuk periode bulan Agustus 2026, yang menjadi acuan penghitungan Bea Keluar dan Pungutan Ekspor bagi para eksportir sawit nasional.








