Bursa Wall Street Kamis Ditutup Naik Terdorong Kinerja Keuangan Positif Nvidia

48

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Kamis waktu AS (Jumat pagi WIB, 28 Agustus 2026) berakhir menguat signifikan. Reli ini dipicu oleh euforia laporan keuangan raksasa cip Nvidia yang berhasil meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap keberlanjutan tren belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Indeks Nasdaq Composite ditutup melonjak +1,57% ke level 26.541,35, memimpin penguatan di antara ketiga indeks utama. Indeks S&P 500 ditutup menguat +0,72% ke level 7.730,99. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik +0,2% atau 105,56 poin ke level 53.569,44.

Ledakan kinerja Nvidia menjadi katalis utama penggerak pasar pada sesi perdagangan kali ini. Saham Nvidia melonjak +8,7% setelah perusahaan merilis laba kuartal kedua yang melampaui estimasi pasar, serta memberikan panduan pendapatan fiskal 2028 yang sangat optimistis. Efek domino dari lonjakan tersebut ikut mengangkat saham-saham semikonduktor lainnya secara luas.

Kinerja solid turut terlihat di sektor perangkat lunak. Selain sektor cip, saham Salesforce meroket signifikan setelah membukukan pendapatan kuartalan di atas proyeksi pasar. Saham-saham keamanan siber seperti Okta melesat +28,6% dan CrowdStrike naik +20,5%, didorong oleh kuatnya permintaan terhadap teknologi agentic AI.

Data tenaga kerja AS yang kokoh turut menambah optimisme investor. Klaim pengangguran awal mingguan (Initial Jobless Claims) tercatat turun tipis menjadi 203.000, mengindikasikan ketahanan pasar tenaga kerja domestik AS.

Meskipun reli sektor teknologi mendominasi perdagangan, sebagian pergerakan pasar tertahan karena investor mengantisipasi dimulainya simposium ekonomi Jackson Hole serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh yang akan menjadi acuan penting arah kebijakan suku bunga ke depan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada simposium Jackson Hole, keberlanjutan momentum positif dari sektor AI dan semikonduktor pasca kinerja Nvidia, serta data ekonomi AS lainnya yang akan menjadi pertimbangan arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.