(Vibiznews – Commodity) Harga emas anjlok ke level terendah dalam satu minggu dan ditutup merosot pada akhir pekan hari Jumat, 28 Agustus 2026, setelah pernyataan hawkish Ketua Fed menguatkan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS, sehingga menekan harga emas.
Harga emas spot ditutup merosot 3,18% pada $4.455,36 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup merosot 2,88% pada $4.529,9 per ons.
Harga emas merosot setelah komentar bernada hawkish dari Ketua The Fed, Warsh, mendorong indeks dolar ke level tertinggi dalam dua minggu.
Komentar Warsh meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC bulan depan menjadi 57%—naik dari 36% sebelum ia berbicara—sehingga menekan harga logam mulia.
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi global pada hari Jumat turut memberikan tekanan negatif terhadap harga logam.
Pasar memperhitungkan kemungkinan sebesar 57% untuk kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan FOMC berikutnya tanggal 15-16 September.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun terbebani meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan September 2026, terpicu pernyataan hawkish ketua Fed Warsh.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.392-$4.328. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 4.573-$4.690.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.454-$4.378. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.647-$4.764.








