(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Rabu sore ini (2/9), terpantau melemah tipis 4,167 poin (0,06%) ke level 6.595,776 setelah dibuka naik ke level 6.535.719.
IHSG bergerak tertahan konsolidasi dekat area 15 minggu tertingginya kemarin, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah konflik geopolitik Timur Tengah yang berlanjut dan memicu kenaikan harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir serempak terkoreksi di hari yang ketiga.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,17% atau 30 poin ke level Rp 17.750, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya, rally bertahap ke 2,5 minggu tertingginya sebagai safe haven di antara memanasnya geopolitik Timur Tengah.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.720, serta terpantau terkoreksi pada posisi seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 25,450 poin (0,39%) ke level 6.625.393. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,310 poin (0,35%) ke level 656,720. Siang ini melemah 58,495 poin (0,89%) ke level 6.541,448. Sementara LQ45 terlihat naik 0,830 poin (0,13%) poin ke level 655,240.
IHSG kemudian mengurangi loss dan ditutup melemah tipis 4,167 poin (0,06%) ke level 6.595,776. Sementara LQ45 terlihat turun 0,57% atau 3,710 poin ke level 650,700. Tercatat saat ini sebanyak 282 saham naik, 321 saham turun dan 186 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 2,85%, dan Hang Seng yang turun 0,07%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertahan dekat area 15 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed melemah di tengah konflik geopolitik Timur Tengah yang berlanjut, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir serempak terkoreksi di hari yang ketiga.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan diincar profit taking pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.635 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,230 dan bila tembus ke level 6,029.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






