IHSG Rabu Pagi Melemah Terbatas ke Level 6.590; Regional dan Wall Street Merah, Tensi Panas Geopolitik

71
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu pagi ini (2/9), terpantau melemah terbatas 9,615 poin (0,15%) ke level 6.590,328 setelah dibuka naik ke level 6.535.719.

IHSG bergerak tertahan dekat area 15 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias melemah di tengah konflik geopolitik Timur Tengah yang berlanjut dan memicu kenaikan harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir serempak terkoreksi di hari yang ketiga.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih melemah tipis 0,01% atau 2 poin ke level Rp 17.722, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya, rally bertahap ke 2,5 minggu tertingginya sebagai safe haven di antara memanasnya geopolitik Timur Tengah.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.720, serta terpantau terkoreksi di area konsolidasinya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 25,450 poin (0,39%) ke level 6.625.393. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,310 poin (0,35%) ke level 656,720. Pagi ini melemah terbatas 9,615 poin (0,15%) ke level 6.590,328. Sementara LQ45 terlihat naik 0,830 poin (0,13%) poin ke level 655,240.

Tercatat saat ini sebanyak 248 saham naik, 285 saham turun dan 201 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi dengan tertekan di hari ketiga oleh harga minyak dunia yang melaju di tengah panasnya geopolitik konflik sekitar Selat Hormuz. Dow Jones berakhir turun 0,79%, S&P 500 melemah 0,71%, serta Nasdaq merosot 1,03%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 2,87%, dan Hang Seng yang turun 1,16%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertahan konsolidasi di area 15 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed melemah di tengah konflik geopolitik Timur Tengah yang berlanjut, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir serempak terkoreksi di hari yang ketiga.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi bias menguat, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.635 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,230 dan bila tembus ke level 6,029.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group