(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Kamis waktu AS (3 September 2026) berakhir melonjak tajam, membukukan kenaikan harian terbesar sejak awal bulan Agustus. Ketiga indeks acuan utama kompak berakhir di zona hijau, ditopang oleh meredanya tekanan dari pasar obligasi dan energi menyusul sinyal positif terkait kebijakan suku bunga serta pelonggaran harga komoditas.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melonjak +1,18% atau 624,16 poin ke level 53.686,11. Indeks S&P 500 ditutup menguat +1,1% ke level 7.747,71. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite ditutup melesat +1,4% ke posisi 26.584,06.
Sinyal dovish dari The Fed terkait suku bunga menjadi pemicu utama reli pasar pada sesi perdagangan kali ini. Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan kepada media bahwa ia cenderung membiarkan suku bunga utama tetap berada di posisi saat ini apabila data mendatang mengonfirmasi berkurangnya tekanan harga. Pernyataan ini langsung menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan September, dari sekitar 70% menjadi hanya 50%.
Menyusul komentar Waller dan Presiden The Fed New York John Williams, ketakutan investor terhadap arah kebijakan moneter pun mereda. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun melandai ke level 4,76%, setelah sempat menyentuh level tertinggi tahunannya di angka 4,795% pada awal pekan. Penurunan yield ini memberikan ruang bernapas bagi aset berisiko seperti saham untuk kembali diminati investor.
Harga minyak mentah dunia turut menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Meskipun ketegangan geopolitik antara AS dan Iran di Selat Hormuz masih membayangi, momentum lonjakan harga minyak mulai mendingin. Minyak mentah Brent turun tipis -0,1% ke level USD 95,52 per barel, sementara minyak mentah AS (WTI) berada di kisaran USD 91,30 per barel. Stabilnya harga energi ini turut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap ancaman inflasi yang lebih tinggi.
Kinerja sektor teknologi dan AI kembali memimpin penguatan pasar pada sesi perdagangan kali ini. Sentimen positif didorong oleh laporan pendapatan Snowflake yang melampaui estimasi berkat tingginya permintaan AI, serta aksi korporasi Nvidia yang mengumumkan akuisisi platform AI Hugging Face senilai USD 13 miliar. Saham Microsoft naik +2,7%, Apple menguat +1%, dan Meta melonjak +3%.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh rilis data ketenagakerjaan (Nonfarm Payrolls) dan tingkat pengangguran AS bulan Agustus yang dijadwalkan keluar pada hari Jumat ini, yang akan menjadi penentu utama arah kebijakan The Fed pada pertemuan pertengahan September mendatang, sembari pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik AS-Iran dan pergerakan harga minyak dunia.








