(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada akhr pekan hari Jumat, setelah data Non Farm Payrolls AS bulan Agustus yang lebih kuat dari perkiraan, yang meningkatkan kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,21% pada 99,17.
Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC tanggal 15-16 September naik menjadi 60% dari 52% sebelum laporan tersebut dirilis.
Pelemahan pasar saham pada hari Jumat juga memicu permintaan likuiditas terhadap dolar.
Data Non Farm Payrolls AS bulan Agustus naik +162.000, lebih kuat dari perkiraan +55.000 dan merupakan peningkatan terbesar dalam 5 bulan.
Selain itu, data Non Farm Payrolls bulan Juli direvisi naik menjadi menunjukkan peningkatan +21.000, lebih kuat dibandingkan penurunan -23.000 yang dilaporkan sebelumnya.
Tingkat pengangguran bulan Agustus tetap tidak berubah di angka 4,1%, sesuai dengan perkiraan.
Rata-rata pendapatan per jam AS bulan Agustus naik +0,3% secara bulanan (m/m) dan +3,1% secara tahunan (y/y), tepat sesuai perkiraan.
Pasar memperhitungkan probabilitas 60% untuk kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya tanggal 15-16 September.
Ketegangan AS-Iran kembali meningkat di akhir pekan setelah Teheran mengklaim adanya serangan baru terhadap kapal nirawak (drone boat) yang dioperasikan AS dan beberapa kapal komersial. Hal ini menambah ketegangan yang kian meluas di Selat Hormuz, menyusul serangan Washington terhadap tiga kapal tanker minyak Iran.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan meningkatnya data tenaga kerja AS yang meningkatkan prospek kenaikan suku bunga Fed dan meningkatnya kembali ketegangan AS-Iran yang dapat memicu permintaan safe haven dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 98,92-98,68. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Support 99,40-99,64.








