Rekomendasi Harga Gula 11 September 2026

14

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah dunia di bursa komoditi berjangka New York bergerak menguat tajam pada perdagangan akhir pekan hari Jumat, melanjutkan reli kuatnya dan semakin mendekati level tertinggi dalam enam belas bulan terakhir.
Kontrak berjangka komoditas gula mentah acuan atau raw sugar nomor 11 untuk pengiriman Oktober 2026 di bursa ICE New York ditutup melonjak 1,79 persen ke level 18,76 sen dolar AS per pon.
Lompatan harga komoditas pemanis ini mendapat dorongan kuat dari efek domino melonjaknya harga minyak mentah dunia. Harga minyak WTI yang meroket menembus level 100 dolar AS per barel menjadi katalis positif utama bagi pasar gula. Tingginya harga energi memicu pabrik-pabrik penggilingan tebu global, terutama di Brasil sebagai produsen terbesar dunia, untuk secara agresif mengalihkan pemrosesan tebu menjadi bahan bakar etanol ketimbang memproduksinya menjadi gula kristal. Dinamika ini secara otomatis langsung menekan volume pasokan gula yang beredar di pasar internasional.
Sentimen pengetatan pasokan semakin diperburuk oleh rilis proyeksi terbaru dari kawasan Asia. Asosiasi pabrik gula Thailand melaporkan bahwa produksi gula di negara tersebut, yang berstatus sebagai eksportir terbesar kedua dunia, berpotensi anjlok signifikan sebesar 17 persen secara tahunan untuk musim 2026 hingga 2027. Output panen diproyeksikan hanya akan mencapai 10 juta metrik ton akibat terjangan anomali cuaca ekstrem, yang pada akhirnya semakin memperlebar jurang proyeksi defisit neraca pasokan gula dunia.
Mengantisipasi kelangkaan pasokan global tersebut, para pelaku pasar keuangan merespons dengan cepat. Laporan dari lembaga riset StoneX mencatat adanya pembalikan arah tren investasi yang sangat masif dari para pengelola dana spekulatif global. Para manajer investasi yang selama beberapa bulan sebelumnya mengambil posisi jual, kini secara kompak memutar haluan mengambil posisi beli dengan akumulasi volume mencapai jutaan metrik ton, sehingga dorongan beli ini semakin mempercepat laju kenaikan harga di bursa.
Melambungnya harga gula mentah internasional ini turut memunculkan kewaspadaan di pasar domestik Indonesia. Kenaikan harga acuan global diproyeksikan akan memberikan tekanan berat pada struktur biaya bahan baku industri makanan dan minuman serta industri rafinasi di dalam negeri, mengingat tingginya ketergantungan sektor tersebut terhadap pasokan impor gula mentah dari Brasil dan Thailand.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi terus mempertahankan tren penguatan seiring solidnya fundamental dari sektor energi dan ancaman defisit pasokan global. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran resistance terdekat di 18,95 hingga 19,15. Namun apabila terjadi koreksi teknis wajar akibat aksi ambil untung, pergerakan harga akan mengarah pada kisaran support 18,50 hingga 18,35.