Dolar AS Akhir Pekan Ditutup Naik Tipis Terdukung Peningkatan Probabilitas Kenaikan Suku Bunga Fed

67

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup naik tipis pada akhir pekan hari Jumat, 11 September 2026, terdukung data CPI AS yang bernada hawkish sehingga mendorong probabilitas kenaikan suku bunga FOMC pekan depan.

Indeks dolar AS ditutup naik tipis 0,07% pada 99,12.

Probabilitas kenaikan suku bunga Fed naik menjadi 88%, dari 75% pada hari Kamis, setelah rilis inflasi AS.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik +0,6 basis poin (bp) pada hari Jumat, yang mendukung faktor diferensial suku bunga bagi dolar.

Penurunan harga minyak sebesar -2,4% pada hari Jumat awalnya menyebabkan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun, terlepas dari adanya laporan CPI.

Namun, dampak laporan CPI akhirnya terasa pada pasar menjelang penutupan hari, sehingga imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berakhir sedikit lebih tinggi.

Laporan CPI AS bulan Agustus yang mencatat kenaikan +0,4% secara bulanan (*m/m*) sesuai dengan ekspektasi pasar, namun laporan CPI inti sebesar +0,3% *m/m* sedikit lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar yang sebesar +0,2% *m/m*.

Secara tahunan (*y/y*), laporan CPI bulan Agustus sebesar +3,4% tidak berubah dari bulan Juli dan sesuai dengan ekspektasi pasar.

Sementara itu, laporan CPI inti bulan Agustus sebesar +2,4% *y/y* sedikit melandai dari angka +2,5% di bulan Juli—mencapai level terendah baru dalam 5,5 tahun—dan sesuai dengan ekspektasi pasar.

Laporan CPI hari Jumat mendorong pasar untuk meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga FOMC sebesar +25 bp pada pertemuan pekan depan (15-16 September) menjadi 88%, naik dari 75% pada hari Kamis.

Namun penguatan dolar AS tertahan oleh data sentimen konsumen AS hari Jumat yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks awal sentimen konsumen AS versi University of Michigan untuk bulan September turun -3,9 poin menjadi 47,8; angka ini lebih lemah dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan -0,6 poin menjadi 51,3.

Harga minyak mentah WTI untuk kontrak Oktober (CLV26) turun -2,4% pada hari Jumat, membalikkan sebagian dari lonjakan +6,7% yang terjadi pada hari Kamis—yang sempat membawa harga ke level tertinggi dalam 3,5 bulan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga Fed bulan September. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 99,33-99,55. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 98,93-98,75.