Harga CPO Senin Rebound Terdukung Lonjakan Harga Minyak

31
cpo sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak berjangka minyak kelapa sawit mentah atau CPO pada perdagangan hari ini, Senin (14/9/2026), terpantau bergerak volatil dan berhasil rebound ke atas level RM4.850 per metrik ton. Meskipun pada akhir perdagangan pekan lalu sempat tertekan hingga menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir di kisaran RM4.814 per metrik ton akibat aksi ambil untung, dorongan beli kembali muncul hari ini dan menstabilkan harga.

Faktor pendorong utama rebound CPO dunia hari ini berasal dari lonjakan harga minyak mentah global, dengan Brent melesat ke atas US$106 hingga US$109 per barel. Kenaikan harga minyak bumi tersebut dipicu oleh sentimen geopolitik menyusul adanya serangan baru terhadap kapal di Teluk serta penutupan pipa minyak utama East-West di Arab Saudi. Mahalnya harga minyak konvensional ini meningkatkan nilai ekonomis konversi CPO menjadi biodiesel, sehingga memicu aksi beli yang cukup signifikan di pasar minyak nabati global.

Selain sentimen energi, aksi berburu harga murah turut mendorong penguatan CPO hari ini. Setelah harga kontrak acuan, khususnya untuk pengiriman November, terkoreksi lebih dari 1,5 persen sepanjang pekan lalu, pelaku pasar menilai harga CPO sudah cukup murah, sehingga memicu minat beli teknis guna memanfaatkan momentum diskon tersebut. Sentimen ini turut diperkuat oleh pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia sekitar 0,12 persen terhadap dolar Amerika Serikat, yang membuat harga CPO menjadi relatif lebih murah dan menarik bagi para pembeli global yang memegang mata uang asing.

Pasar sawit dunia saat ini juga tengah menyeimbangkan dua sentimen pasokan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, Malaysian Palm Oil Board melaporkan stok sawit Malaysia naik 7,5 persen, tertinggi dalam delapan bulan terakhir, dibarengi penurunan ekspor Agustus sebesar 7,5 persen. Namun di sisi lain, kekhawatiran cuaca kering jangka panjang serta minimnya penggunaan pupuk di Indonesia dan Malaysia memicu prediksi bahwa pasokan ke depan akan tetap mengetat hingga awal 2027, sehingga tarik-menarik antara tekanan stok jangka pendek dan ancaman pasokan jangka panjang ini terus mewarnai arah pergerakan harga CPO pada perdagangan hari ini.