(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Kamis waktu AS (17 September 2026) berakhir melonjak tajam, mencatatkan hari terbaik bursa saham AS dalam enam minggu terakhir sekaligus memutus tren pelemahan yang berlangsung selama tiga hari beruntun. Investor tampak mulai mengabaikan kepanikan awal terkait kenaikan suku bunga Federal Reserve dan kembali memburu saham-saham di sektor teknologi.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melesat +0,60% atau 316,14 poin ke level 51.778,04. Indeks S&P 500 ditutup melonjak +1,10% atau 85,95 poin ke level 7.637,76. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite ditutup melambung +1,70% atau 439,87 poin ke level 26.418,30.
Relaksasi tekanan pada yield obligasi AS menjadi salah satu faktor utama pendorong rebound pasar pada sesi perdagangan kali ini. Ketegangan di pasar surat utang mulai mereda setelah imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun turun kembali ke level 4,93%, dari posisi puncaknya yang sempat menembus 5,01%. Penurunan yield ini memberikan ruang napas yang besar bagi valuasi aset ekuitas.
Meredanya harga minyak mentah dunia turut menopang sentimen positif pasar. Harga minyak Brent merosot sekitar -1% hingga bertengger di bawah level USD 104 per barel. Pelemahan harga komoditas energi ini dipicu oleh kabar bahwa gangguan logistik akibat kerusakan pipa di Arab Saudi tidak separah yang ditakutkan sebelumnya, sehingga menurunkan kecemasan pasar terhadap risiko inflasi global.
Penerimaan yang lebih positif atas retorika hawkish The Fed turut membantu memulihkan sentimen pasar. Setelah sempat panik, para analis dan investor mulai menilai ulang pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh. Pasar kini memandang komitmen kuat The Fed untuk menekan inflasi ke target 2% justru membangun kembali kredibilitas bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Sektor teknologi dan raksasa AI kembali memimpin reli penguatan pasar pada sesi perdagangan kali ini. Saham-saham semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) menjadi motor utama, dengan indeks teknologi melonjak +2,2%. Penguatan ini turut dipicu oleh lonjakan fantastis saham Generac Holdings (GNRC) sebesar +18,3%, setelah perusahaan menandatangani kontrak generator pusat data senilai USD 2,4 miliar dengan Amazon.com.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh keberlanjutan relaksasi yield obligasi AS serta momentum reli sektor teknologi dan AI pasca lonjakan tajam hari Kamis, sembari pasar tetap mencermati perkembangan harga minyak dunia dan penerimaan pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed ke depan.







